Tepat Satu Tahun Lalu
Ini malam yang panjang, aku masih enggan menuliskan puisi, aku lebih suka berceritakan kamu.
Wahai kamu yang hadirnya pernah begitu mewarnai, aku ingin bercerita sebentar, tentang kamu, tentang hati, tentang ketiadaan yang menyesakkan.
Sepertinya aku terlalu malas berlari, sampai-sampai aku masih berada pada perasaan ini, perasaan yang menggebu sejak satu tahun yang lalu.
Aku pernah menang untuk mendapati kamu, bahkan aku pernah kalah sekalipun seluruh aku menahanmu.
Kata seorang teman, kita hanya gengsi, gengsi untuk membacakan seluruh rasa yang memang belum pernah aku bacakan.
Semoga saat sejauh hari ini kamu bisa mengingat rinduku, bahwa kita pernah sedekat itu.
Komentar
Posting Komentar