Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Andai Perempuan itu adalah Aku

Kamu lebih suka kutulisi apa? Puisi atau prosa? Dengan jujur atau dusta? Bagiku keduanya sama saja Sama-sama sulit untukku merangkai kata Tak seperti biasa Ketika aku mengolah diksi dengan lancarnya --- Andai perempuan itu adalah aku Mungkin kau sudah membukakan pintu Maka hatiku tak harus pilu Menebak-nebak apa isi kepalamu Andai perempuan itu adalah aku Maka aku tak perlu banyak-banyak rindu Berharap berpapasan denganmu di depan pintu --- Tapi, aku takut bilang suka! Nanti malah kau tanyai apa parameternya Lagipula untuk apa Kita juga tak akan bersama, bukan?

Aku dan Ponselnya

Aku yakin ia memegang ponselnya seharian. Meskipun katanya sangat sibuk hingga tak sempat makan. Aku yakin setiap ada chat masuk, ponsel miliknya akan berbunyi. Meskipun katanya notifikasi pesan miliknya tidak berfungsi. Aku yakin ia sadar ketika pop-up bertuliskan namaku muncul di atas. Meskipun katanya pesanku tertimbun oleh grup dan broadcast OA tidak jelas. Aku takkan salahkan dia yang beralasan. Bukankah memang itu resikonya ketika kita menaruh harapan? Harapan pada seseorang yang membuat kita membalas pesannya dengan cepat, namun ia hanya membacanya kalau sempat.